#Post Title #Post Title #Post Title
Kamis, 02 Februari 2012

KU KIRA AKU LAH ORANGNYA



ku lihat kau menuruni Daaruka Muqoomah wahai jelita
diantara bayangan 100 tahun thuba yang menaunginya
di atas Arsy Ar Rahman kau enggan menyapa
munkar bertanya hamba pun kehilangan wajah

di pelupuk kisah terbentang misik dua dunia
bersama kita teguk secawan salsabil diwajahnya
angin bertanya milik siapakah istananya ?
dan ku kira aku lah orangnya
[ Read More ]

DAN KAU KECUALINYA



dawai berpetik angin yang bersembunyi.malam berdiri ajak ku menari.kumpulan bintang berbaris menggores rindu.tatapan penghuni gelap jauh mengawasi akhir.berdebat hebat kemana sepi membawa putih.ku kecup hangat tepat di ruh mu,dan bisik ku pun bersajak “ tahukah kau wahai sang pencipta,langit tak kan meninggi jika kau tak berhenti bernyanyi.bisu mu bungkam ku sayu.hinggap disana mimpi-mimpi para penyair.terbawa takdir kau enggan memburunya,hingga kini tak ku lihat lagi wajah itu di sini ”

kasih,dulu kau pernah bertanya.dimana awan biru yang berurai dari kumpulannya kan terdampar.dimana pelangi kan bertahta setelah lelah membias.dan kau pun sempat tanyakan,apa yang terjadi pada senja yang ditinggal kan oleh malam.masihkah hangatnya melekat di awal pagi ?
sekarang setelah ku temukan jawabnya,kau justru tak ku temukan dibangku itu lagi.dan sepi.

genggam dan rengkuh jemari lumpuh ku.yang telah mati rasa akan warna.bawa aku mengudara ke langit ke 7.kan ku ikuti kau meski keyakinan tinggalkan ku sirna.di hadapan kita ku nikmati nyanyian para dewa.ulurkan tangan ajak ku bebas dari penjara jiwa.dari reruntuhan kisah yang tak sempurna,kan ku bangun menara merah muda yang kan kokoh terlihat dari dunia.tak kan kehilangan maknanya meski sangkakala menggema.itu lah kisah yang kan ku banggakan padaNYA.

jingga,kau akhiri hari dengan puisi.
kau basuh perih yg menghalangi pelangi.
untuk semua hari yg ku nanti kau hadir lagi,
untuk semua harap kau menjadi sebab ku pertahankan nafas.
bila esok kau temukan ku menjadi putih,pucat,tak berdiri !!
ampuniku tak abadi menantimu disini 

alam,apa kabar mu hari imi ?
kau terlihat kurang sehat belakangan ini.biru langit mu pun kian memucat pasi.makna kehidupan yang mencekik tenggorokan.
setelah wibawamu yang menguap bersama panasnya siang ini,kau terlihat semakin labil setelah kau kian bertingkah.puaskanlah hasrat mu hingga mereka mengalah.hingga tiba waktunya kau kembali memuda dengan ranumnya pagi kita.

ku tinggalkan dilangit sebuah nama
garis-garis indah menggores cakrawala
kicauan mahluk surga bawa ku turut serta
barisan khalifah pimpin aku dan seribu jiwa

Dan kau kecualinya


[ Read More ]
 
 

Labels