#Post Title #Post Title #Post Title
Rabu, 02 Mei 2012

Bukan Mario Teguh





 Bukan soal apa yang telah kau dapat, tapi soal apa yang telah kau perbuat.
Prammono sigit

 Bahagia itu bukan soal bagaimana kau melengkapi segala hal yang belum kau miliki saat ini. Tapi soal bagaimana kau mensyukuri apa yang layak untuk mu hari ini. Di mulai dari pagi ini.
Prammono sigit


 pengharapan dan keinginan akan kesempurnaan hanya akan menghantarkan mu pada kehampaan.
Prammono sigit

 Terkadang, keterbatasan lah yang seringkali meminta lebih. Ambisi bergerak tanpa sempat berdiskusi kepada hati.
Prammono sigit

 Ketika kau berusaha untuk selalu tampil sempurna, selalu tercipta keadaan yg menyalahi logika.
Prammono sigit

 Rasa itu bukan soal fisik, tapi soal sesuatu yang kau anggap baik hingga mampu buat mu tertarik.
Prammono sigit

 Cinta itu bukan soal lama atau sebentarnya kau menjalin hubungan. Tapi soal keterikatan rasa yang didasari oleh kenyamanan.
Prammono sigit

 wanita cenderung mempercayai apa yang dirasa dibandingkan apa yang menjadi logika.
Prammono sigit

 Bukan kematian yg saya takutkan, melainkan pertanggung jawaban menghadap TUHAN . . .
Prammono sigit

Secerdik apapun kau mengatur keadaan,kebenaran TUHAN tak kan pernah salah mainkan peran.
Prammono sigit

 Menjadi orang baik itu bukanlah suatu perkara yg mudah.tapi untuk mencobanya,bukan pula suatu perkara yg susah.
Prammono sigit

 Hukum itu bukan hanya soal logika yg menjadi realita.tapi juga soal hati yg ikut berbicara.
Prammono sigit

 Jika memang kau tak mampu mendatangkan kebaikan,setidaknya kau tak ciptakan keburukan.
Prammono sigit

 Bukan busana ataupun semua hal mewah yang jadikannya tampak indah.tapi rasa yg tak terkira hingga kau menganggap semua hal yang berbatasnamakan dunia bukanlah masalah.
Prammono sigit
[ Read More ]
Kamis, 02 Februari 2012

KU KIRA AKU LAH ORANGNYA



ku lihat kau menuruni Daaruka Muqoomah wahai jelita
diantara bayangan 100 tahun thuba yang menaunginya
di atas Arsy Ar Rahman kau enggan menyapa
munkar bertanya hamba pun kehilangan wajah

di pelupuk kisah terbentang misik dua dunia
bersama kita teguk secawan salsabil diwajahnya
angin bertanya milik siapakah istananya ?
dan ku kira aku lah orangnya
[ Read More ]

DAN KAU KECUALINYA



dawai berpetik angin yang bersembunyi.malam berdiri ajak ku menari.kumpulan bintang berbaris menggores rindu.tatapan penghuni gelap jauh mengawasi akhir.berdebat hebat kemana sepi membawa putih.ku kecup hangat tepat di ruh mu,dan bisik ku pun bersajak “ tahukah kau wahai sang pencipta,langit tak kan meninggi jika kau tak berhenti bernyanyi.bisu mu bungkam ku sayu.hinggap disana mimpi-mimpi para penyair.terbawa takdir kau enggan memburunya,hingga kini tak ku lihat lagi wajah itu di sini ”

kasih,dulu kau pernah bertanya.dimana awan biru yang berurai dari kumpulannya kan terdampar.dimana pelangi kan bertahta setelah lelah membias.dan kau pun sempat tanyakan,apa yang terjadi pada senja yang ditinggal kan oleh malam.masihkah hangatnya melekat di awal pagi ?
sekarang setelah ku temukan jawabnya,kau justru tak ku temukan dibangku itu lagi.dan sepi.

genggam dan rengkuh jemari lumpuh ku.yang telah mati rasa akan warna.bawa aku mengudara ke langit ke 7.kan ku ikuti kau meski keyakinan tinggalkan ku sirna.di hadapan kita ku nikmati nyanyian para dewa.ulurkan tangan ajak ku bebas dari penjara jiwa.dari reruntuhan kisah yang tak sempurna,kan ku bangun menara merah muda yang kan kokoh terlihat dari dunia.tak kan kehilangan maknanya meski sangkakala menggema.itu lah kisah yang kan ku banggakan padaNYA.

jingga,kau akhiri hari dengan puisi.
kau basuh perih yg menghalangi pelangi.
untuk semua hari yg ku nanti kau hadir lagi,
untuk semua harap kau menjadi sebab ku pertahankan nafas.
bila esok kau temukan ku menjadi putih,pucat,tak berdiri !!
ampuniku tak abadi menantimu disini 

alam,apa kabar mu hari imi ?
kau terlihat kurang sehat belakangan ini.biru langit mu pun kian memucat pasi.makna kehidupan yang mencekik tenggorokan.
setelah wibawamu yang menguap bersama panasnya siang ini,kau terlihat semakin labil setelah kau kian bertingkah.puaskanlah hasrat mu hingga mereka mengalah.hingga tiba waktunya kau kembali memuda dengan ranumnya pagi kita.

ku tinggalkan dilangit sebuah nama
garis-garis indah menggores cakrawala
kicauan mahluk surga bawa ku turut serta
barisan khalifah pimpin aku dan seribu jiwa

Dan kau kecualinya


[ Read More ]
Jumat, 13 Januari 2012

BURUNG-BURUNG HUD DI LANGIT BILQIS




delapan pintu surga berdiri kokoh dihadapan
di ambang batas malam dan siang aku mendiam
barzakh berkisah aku lah diantaranya
qidmir menyalak apakah aku bukan penghuninya ?

burung-burung hud terbang rendah dilangit balqis
merona aroma tubuh mu yang kekal tak kan habis
kibarkan syuhada ingin ku syahid dan disana
berjalan tunduk yang ku toreh bukan lagi namanya

kemah-kemah jingga kaulah pemiliknya
barisan tulip yang memagari dan melati menghiasinya
lautan khamr  mengalun indah bidara lah singgasananya
di altar firdaus ku rajut asa  tak akan kau binasa
[ Read More ]

secawan khamr di pelaminan TUHAN




malam,ketika jiwa mu hinggap dalam untaian bait terindah ku,
kau hening untuk sejenak usaikan letih mu sebelum melanjutkan hidup.
kini kau telah lama tak kulihat.
setelah hari dimana sayap mu telah temukan kembali kepaknya dan tinggalkan sajak ku tanpa nama mu lagi.ingatkah kau ketika kau menyingsing menjadi pagi,awal kematian yang sungguh mampu getarkan nurani.sebelum terhapus oleh hujan,kau sempat berkata,
“ wahai kekasih ku,di kedua matamu bulan dan mentari terbit bersamaan,serta malam dan pagi pun temui ajalnya seirama.kelak kau akan dengarkan kabar ku yang terbunuh oleh rindu yang menghujam jantung ku.jika aku kembali dan kau telah bersama siang,aku masih disana menanti hingga waktu ku habis setelahnya ”.
kini,pulanglah.bawakan aku secawan khamr yang akan kita nikmati di pelaminan TUHAN.
kan ku pinang kau di antara senja dan bersiap berangkatnya jingga menjadi kelabu.

ketika kau yang tak jua tuangkan rasa dalam cawan tua ku,apa kah aku harus terus berlari hingga berhasil ku tangkap engkau wahai angin ?
sore kemarin saat ku sedang setia di sana,masa depan mengunjungi ku.disebelah tangan kanannya ku lihat sebuah cerita dan di ulurkannya pada ku.dan ia bersajak menyapa,
“wahai pelukis,jadikanlah aku sayap mu.kan ku bawa kau kembali ke sana.negeri di atas awan.singgasanamu sendiri ”
haruskah ku gapai atau ku tepiskan ?


pagi ini mentari terlambat datangnya.
tak ku lihat juga kau diantara langit-langit jiwa ku.
apakah rindu tak pulang sejak semalam ?
atau mungkin terbawa angin ke senja itu ?
jika itu adanya,sudikah kau kembali.
aku yang masih terduduk manis di bangku taman itu.
yang masih setia menjaga malam-malam kita sejak kemarin.


kasih,jubah ku terbakar tepat sebelum aku mengunjungi mu.
ketakutan ku atas pengkhianatan hari kemarin,membisikan kekhawatiran untuk menginjak esok.
tawarkan aku 1 alasan bijak mu untuk hidupkan kematian ini.lagi.
biarkan ku lukis luka ini di langit terakhir malam ini.
biarkan pudarnya menghujani kita dengan dongeng itu.


mungkin aku lupa rupa mu
tapi
aku tak kan pernah lupa
aroma tubuh mu

layaknya hari kemarin
kau tampak cantik dengan senyum itu
dan wewangian dari aura mu
semerbak udara yang ku ingat hari ini
[ Read More ]
 
 

Labels