Jumat, 28 Oktober 2011
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika aku menyaksikan kumpulan manusia jalanan itu yang hanya memiliki lantai tak beratap.milik tak bersertifikat.bersiap melarikan diri dan kembali ketika mentari tak lagi mengawasi.
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika aroma hidung belang itu melekat hebat menyelimuti para “penjaja tubuh” itu.gontai membebani saat pulang mencari rupiah dilorong-lorong neraka.dan bersiap lelap sebelum terjaga di saat yang lain lengah.semoga semua adalah penghuni surga pada akhirnya.
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika mentari perlahan membelakangi timur,bergerak naik mengunjungi barat,ku lihat salah seorang dari kelompok itu berharap akan sesuatu dari sang lalu.
mencoba menikmati jejak-jejak sisa kemarin.
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.para mahluk-mahluk koin itu sejak pagi sudah duduk setia di “kantornya”.memelas rupiah dari mereka-mereka yg berdasi itu.setiap hari menghindari rehabilitasi hanya untuk beberapa butir nasi putih
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika gedung-gedung baru semakin mencakar langit,di kumuh itu justru satu-persatu kardus menghilang membuat sesuatu yang tak layak disebut rumah itu semakin kehilangan bentuknya.
bagaimana suasana pagi di negeri kalian ?
PAGI DI NEGERI KU
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika aku menyaksikan kumpulan manusia jalanan itu yang hanya memiliki lantai tak beratap.milik tak bersertifikat.bersiap melarikan diri dan kembali ketika mentari tak lagi mengawasi.
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika aroma hidung belang itu melekat hebat menyelimuti para “penjaja tubuh” itu.gontai membebani saat pulang mencari rupiah dilorong-lorong neraka.dan bersiap lelap sebelum terjaga di saat yang lain lengah.semoga semua adalah penghuni surga pada akhirnya.
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika mentari perlahan membelakangi timur,bergerak naik mengunjungi barat,ku lihat salah seorang dari kelompok itu berharap akan sesuatu dari sang lalu.
mencoba menikmati jejak-jejak sisa kemarin.
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.para mahluk-mahluk koin itu sejak pagi sudah duduk setia di “kantornya”.memelas rupiah dari mereka-mereka yg berdasi itu.setiap hari menghindari rehabilitasi hanya untuk beberapa butir nasi putih
pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika gedung-gedung baru semakin mencakar langit,di kumuh itu justru satu-persatu kardus menghilang membuat sesuatu yang tak layak disebut rumah itu semakin kehilangan bentuknya.
bagaimana suasana pagi di negeri kalian ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







