#Post Title #Post Title #Post Title
Rabu, 02 Mei 2012

Bukan Mario Teguh





 Bukan soal apa yang telah kau dapat, tapi soal apa yang telah kau perbuat.
Prammono sigit

 Bahagia itu bukan soal bagaimana kau melengkapi segala hal yang belum kau miliki saat ini. Tapi soal bagaimana kau mensyukuri apa yang layak untuk mu hari ini. Di mulai dari pagi ini.
Prammono sigit


 pengharapan dan keinginan akan kesempurnaan hanya akan menghantarkan mu pada kehampaan.
Prammono sigit

 Terkadang, keterbatasan lah yang seringkali meminta lebih. Ambisi bergerak tanpa sempat berdiskusi kepada hati.
Prammono sigit

 Ketika kau berusaha untuk selalu tampil sempurna, selalu tercipta keadaan yg menyalahi logika.
Prammono sigit

 Rasa itu bukan soal fisik, tapi soal sesuatu yang kau anggap baik hingga mampu buat mu tertarik.
Prammono sigit

 Cinta itu bukan soal lama atau sebentarnya kau menjalin hubungan. Tapi soal keterikatan rasa yang didasari oleh kenyamanan.
Prammono sigit

 wanita cenderung mempercayai apa yang dirasa dibandingkan apa yang menjadi logika.
Prammono sigit

 Bukan kematian yg saya takutkan, melainkan pertanggung jawaban menghadap TUHAN . . .
Prammono sigit

Secerdik apapun kau mengatur keadaan,kebenaran TUHAN tak kan pernah salah mainkan peran.
Prammono sigit

 Menjadi orang baik itu bukanlah suatu perkara yg mudah.tapi untuk mencobanya,bukan pula suatu perkara yg susah.
Prammono sigit

 Hukum itu bukan hanya soal logika yg menjadi realita.tapi juga soal hati yg ikut berbicara.
Prammono sigit

 Jika memang kau tak mampu mendatangkan kebaikan,setidaknya kau tak ciptakan keburukan.
Prammono sigit

 Bukan busana ataupun semua hal mewah yang jadikannya tampak indah.tapi rasa yg tak terkira hingga kau menganggap semua hal yang berbatasnamakan dunia bukanlah masalah.
Prammono sigit
[ Read More ]
Kamis, 02 Februari 2012

KU KIRA AKU LAH ORANGNYA



ku lihat kau menuruni Daaruka Muqoomah wahai jelita
diantara bayangan 100 tahun thuba yang menaunginya
di atas Arsy Ar Rahman kau enggan menyapa
munkar bertanya hamba pun kehilangan wajah

di pelupuk kisah terbentang misik dua dunia
bersama kita teguk secawan salsabil diwajahnya
angin bertanya milik siapakah istananya ?
dan ku kira aku lah orangnya
[ Read More ]

DAN KAU KECUALINYA



dawai berpetik angin yang bersembunyi.malam berdiri ajak ku menari.kumpulan bintang berbaris menggores rindu.tatapan penghuni gelap jauh mengawasi akhir.berdebat hebat kemana sepi membawa putih.ku kecup hangat tepat di ruh mu,dan bisik ku pun bersajak “ tahukah kau wahai sang pencipta,langit tak kan meninggi jika kau tak berhenti bernyanyi.bisu mu bungkam ku sayu.hinggap disana mimpi-mimpi para penyair.terbawa takdir kau enggan memburunya,hingga kini tak ku lihat lagi wajah itu di sini ”

kasih,dulu kau pernah bertanya.dimana awan biru yang berurai dari kumpulannya kan terdampar.dimana pelangi kan bertahta setelah lelah membias.dan kau pun sempat tanyakan,apa yang terjadi pada senja yang ditinggal kan oleh malam.masihkah hangatnya melekat di awal pagi ?
sekarang setelah ku temukan jawabnya,kau justru tak ku temukan dibangku itu lagi.dan sepi.

genggam dan rengkuh jemari lumpuh ku.yang telah mati rasa akan warna.bawa aku mengudara ke langit ke 7.kan ku ikuti kau meski keyakinan tinggalkan ku sirna.di hadapan kita ku nikmati nyanyian para dewa.ulurkan tangan ajak ku bebas dari penjara jiwa.dari reruntuhan kisah yang tak sempurna,kan ku bangun menara merah muda yang kan kokoh terlihat dari dunia.tak kan kehilangan maknanya meski sangkakala menggema.itu lah kisah yang kan ku banggakan padaNYA.

jingga,kau akhiri hari dengan puisi.
kau basuh perih yg menghalangi pelangi.
untuk semua hari yg ku nanti kau hadir lagi,
untuk semua harap kau menjadi sebab ku pertahankan nafas.
bila esok kau temukan ku menjadi putih,pucat,tak berdiri !!
ampuniku tak abadi menantimu disini 

alam,apa kabar mu hari imi ?
kau terlihat kurang sehat belakangan ini.biru langit mu pun kian memucat pasi.makna kehidupan yang mencekik tenggorokan.
setelah wibawamu yang menguap bersama panasnya siang ini,kau terlihat semakin labil setelah kau kian bertingkah.puaskanlah hasrat mu hingga mereka mengalah.hingga tiba waktunya kau kembali memuda dengan ranumnya pagi kita.

ku tinggalkan dilangit sebuah nama
garis-garis indah menggores cakrawala
kicauan mahluk surga bawa ku turut serta
barisan khalifah pimpin aku dan seribu jiwa

Dan kau kecualinya


[ Read More ]
Jumat, 13 Januari 2012

BURUNG-BURUNG HUD DI LANGIT BILQIS




delapan pintu surga berdiri kokoh dihadapan
di ambang batas malam dan siang aku mendiam
barzakh berkisah aku lah diantaranya
qidmir menyalak apakah aku bukan penghuninya ?

burung-burung hud terbang rendah dilangit balqis
merona aroma tubuh mu yang kekal tak kan habis
kibarkan syuhada ingin ku syahid dan disana
berjalan tunduk yang ku toreh bukan lagi namanya

kemah-kemah jingga kaulah pemiliknya
barisan tulip yang memagari dan melati menghiasinya
lautan khamr  mengalun indah bidara lah singgasananya
di altar firdaus ku rajut asa  tak akan kau binasa
[ Read More ]

secawan khamr di pelaminan TUHAN




malam,ketika jiwa mu hinggap dalam untaian bait terindah ku,
kau hening untuk sejenak usaikan letih mu sebelum melanjutkan hidup.
kini kau telah lama tak kulihat.
setelah hari dimana sayap mu telah temukan kembali kepaknya dan tinggalkan sajak ku tanpa nama mu lagi.ingatkah kau ketika kau menyingsing menjadi pagi,awal kematian yang sungguh mampu getarkan nurani.sebelum terhapus oleh hujan,kau sempat berkata,
“ wahai kekasih ku,di kedua matamu bulan dan mentari terbit bersamaan,serta malam dan pagi pun temui ajalnya seirama.kelak kau akan dengarkan kabar ku yang terbunuh oleh rindu yang menghujam jantung ku.jika aku kembali dan kau telah bersama siang,aku masih disana menanti hingga waktu ku habis setelahnya ”.
kini,pulanglah.bawakan aku secawan khamr yang akan kita nikmati di pelaminan TUHAN.
kan ku pinang kau di antara senja dan bersiap berangkatnya jingga menjadi kelabu.

ketika kau yang tak jua tuangkan rasa dalam cawan tua ku,apa kah aku harus terus berlari hingga berhasil ku tangkap engkau wahai angin ?
sore kemarin saat ku sedang setia di sana,masa depan mengunjungi ku.disebelah tangan kanannya ku lihat sebuah cerita dan di ulurkannya pada ku.dan ia bersajak menyapa,
“wahai pelukis,jadikanlah aku sayap mu.kan ku bawa kau kembali ke sana.negeri di atas awan.singgasanamu sendiri ”
haruskah ku gapai atau ku tepiskan ?


pagi ini mentari terlambat datangnya.
tak ku lihat juga kau diantara langit-langit jiwa ku.
apakah rindu tak pulang sejak semalam ?
atau mungkin terbawa angin ke senja itu ?
jika itu adanya,sudikah kau kembali.
aku yang masih terduduk manis di bangku taman itu.
yang masih setia menjaga malam-malam kita sejak kemarin.


kasih,jubah ku terbakar tepat sebelum aku mengunjungi mu.
ketakutan ku atas pengkhianatan hari kemarin,membisikan kekhawatiran untuk menginjak esok.
tawarkan aku 1 alasan bijak mu untuk hidupkan kematian ini.lagi.
biarkan ku lukis luka ini di langit terakhir malam ini.
biarkan pudarnya menghujani kita dengan dongeng itu.


mungkin aku lupa rupa mu
tapi
aku tak kan pernah lupa
aroma tubuh mu

layaknya hari kemarin
kau tampak cantik dengan senyum itu
dan wewangian dari aura mu
semerbak udara yang ku ingat hari ini
[ Read More ]
Senin, 26 Desember 2011

" NYANYIAN DESEMBER "




pagi,desember ini perlahan warna-warni pelangi di wajah mu hilang.mengapa ?

di ujung tahun ini ku lihat kau tersedu.apakah karna kepunahan mu akan dirayakan semesta.semua itu tak berarti aku tak akan menanti mu di taman itu.esok,kunjungi lah aku.itu jika nyawaku tak hilang terhapus hujan satu-persatu.atau jika aku tak tenggelam di bawah reruntuhan langit.ku harap.


“ sayang,riwayatnya telah digariskan.tak kan runtuh bulan untuk kau miliki sendiri ”.

itu yang kau ucapkan sebelum kau memilih takdir mu sendiri bersama hujan.ku harap angin januari membawa mu pulang kembali.temui aku di antara langit-langit bukit tempat biasa indahnya langit yang menguning di ufuk timur menghibur kita.bersama cahayanya yang berguguran menerpa wajah kita,tepat ketika pintu jiwa membuka.seperti biasa.disaksikan munkar-nankir yang menatap curiga,kau tersipu malu.masih ingatkah kau ketika ku kecup ragu mu dan ku belai peluh itu.dan kau pun rangkul dan bisikan kepada ruh ku, “ sayang,gunung di sana akan merendah memuja keagungan cinta.dan laut disana akan tertidur oleh nyanyiannya.namun,kelak kau akan tahu pula kisah itu jua yang mampu merobek-robek langit.hingga kau mampu untuk menyaksikan lukanya dan menyentuhnya iba ”.
kau tak kembali setelah hari itu.
ku kira angin desember yang kan mengantarkan mu.pagi ini tak asing untuk ku.

ku lihat kau menuruni bukit wahai jasmine.jauh di padang ilalang itu kita berkumpul.terbaring kita diluasnya yang menghijau.sambil menghadap ke langit ku genggam tangan mu,dan aku pun bersajak.“ aku terlahir kembali untuk kembali mati.ingatkah kau jauh sebelum hari ini kita pernah mengejar angin dan menangkap pelangi.lalu ku lepaskan ia dalam bingkai kaca kita.tapi itu justru membuatnya hancur dalam ke egoisan muda kita yang indah ”.


masih biru kah langit yang melengkung indah di alis mu.masih ingat kah kau ketika ku penjara kan pelangi untuk kau kenakan di hari itu.hari dimana kau kan ku pinang sebagai ma’mum ku.jadi kan ku raja di malam mu,dan ku pastikan pagi tak kan meninggalkan mu.di punggung sang takdir aku merajut asa.ku sulam dan menyulapnya untuk ku ubah menjadi jubah.yang kan jadikan ku tampak gagah berdiri disinggasana mu wahai jiwa.


malam ini,temui aku di antara wajah kematian itu.dibatas-batas kehidupan sayap ku kehilangan keangkuhannya.kehendak ku dikalahkan oleh kehendaknya.oleh rangkulan sang takdir yang mematahkan belulang ku.rengkuhan sakaratul ku lenyap di telan tawa rembulan yang menari-nari di ubun-ubun ku.kemarilah kasih,usap peluh terakhir ku ini.ku tak seabadi kisah ini.di atas pusara ku jibril berpesan,“usah kau tangisi jasad ini,itu tak terlalu mampu untuk bangkitkannya kembali”.


pagi ini ku lihat jiwa-jiwa berterbangan.tepat ketika aku melukis wajahmu diwajah ku,wajahnya.satu-persatu sajak ku berjatuhan terpatahkan sayapnya oleh mu.sebelum aku hidup hari ini,kau pun berpuisi. “hitam bukan putih,dan putih bukan selainnya.putih tak kan menghitam,dan sisanya kokoh pada pendiriannya.namun dalam gelap semua warna kan melebur tak ada beda.lanjutkan hidup mu,dan temui aku nanti disurga kelak”.



malam ini angin mengunjungi ku.kabarkan bahagia dari perjamuan ku di musim semi.ajak ku berlari bebas di awannya.di taman langit tempat kita duduk berdua dulu,kini aku kembali merayakannya.tanpa mu.hanya aku dan beberapa mahluk surga yang turut di dalamnya.ingatkah kau ketika aku memuja mu yang agung,dan tangis mu berderai menjawabnya.di ujung alis mu ketakutan melengkung indah,ketika langit barat berjalan menuruni laut,kau pun bersajak,

“ wahai kekasih ku,naskah sang takdir bercerita banyak tentang kita.aku yang berjodoh bersama malam,dan kau yang bermempelai siang,sanggupkah kau memberontak jika kita digariskan tak berjodoh ?”.
dan kini,keraguan mu terbukti bersama datangnya musim gugur yang menyapa desember.dari bawah reruntuhan janji aku bernyanyi,
“ bagaimana kabarmu kini cinta ? ”


tak akan ada esok tanpa pagi.aku lah sang pagi,yang kau tinggalkan bersama malam.ingatkah kau ketika kau selimuti aku hingga aku menenggelam di ufuk barat.langit ku tak se takjub ketika dahi ku masih memahkotaimu.jika sejenak kau merindukan ke egoisan kita,keluar dan rasakan lah aku.aku masih disini menanti cahaya itu tenggelam di timur sana.aku lah pagi itu.



teruslah bahagia dengan caramu.

dan aku,akan tetap hidup dengan kehendakNYA.
ku harap.



malam,ketika jiwa mu hinggap dalam untaian bait terindah ku,kau hening untuk sejenak usaikan letih mu sebelum melanjutkan hidup.kini kau telah lama tak kulihat.setelah hari dimana sayap mu telah temukan kembali kepaknya dan tinggalkan sajak ku tanpa nama mu lagi.ingatkah kau ketika kau menyingsing menjadi pagi,awal kematian yang sungguh mampu getarkan nurani.sebelum terhapus oleh hujan,kau sempat berkata,“ wahai kekasih ku,di kedua matamu bulan dan mentari terbit bersamaan,serta malamdan pagi pun temukan ajalnya pada detik yang seirama.kelak kau akan dengarkan kabar ku yang terbunuh oleh rindu yang menghujam jantung ku.jika aku kembali dan kau telah bersama siang,aku masih disana menanti hingga waktu ku habis setelahnya ”.

kini,pulanglah.bawakan aku secawan air surga yang akan kita nikmati di pelaminan TUHAN.kan ku pinang kau di antara senja dan bersiap berangkatnya jingga menjadi kelabu.


. . . . . Dan akhirnya,hujan juga yang akan menidurkan ku.layaknya negeri disana,olehnya jua nafasnya terselamatkan.dan ku harap,esok tubuh ini tak serendah ini untuk melanjutkan diri.ada hari yang harus ku kalahkan setelah malam ini.dan kan ku gantungkan jasadnya di langit-langit kalian.sebagai symbolisasi aku lah tuannya.

apa yang kau lihat dari salah satunya,jangan kau gunakan untuk menghakimi kumpulannya.


di bangku taman ini aku duduk sendirian.hanya ada nyanyian dari bunga-bunga yang bersahutan ditiup angin malam.akan kah kau turun untuk sekedar menyapa ku wahai jasmine ?

jauh di barat kulihat sang dewi memainkan harpanya.dan di sisinya ku saksikan mahluk bersayap itu melukis langit dengan jemarinya.wahai kekasih jiwa,keluar lah sejenak.temani aku untuk menikmati keindahan surgawi ini.atau harus kah ku pinta dunia dari tanganNYA,agar sesaat saja kau mau mengunjungi sepenggal masa lalu ini ?
ku rasa kau terlalu angkuh untuk membohongi salah satu dari diri mu sendiri.


kau yang bersemayam di setiap ciptaan ku.kau yang mampu runtuhkan istana langit sekalipun.tahu kah kau bahwa kau lah yang sejak awal hidup dan bangkitkan ku,dan kau pula yang telah lukis kan kematian ku.di mana kah kau kini wahai sebelah sayap ku ?

masih kah kita beratap langit yang sama dan berpijak pada tapak yang jua sama ?
kau yang di tawan oleh takdir,kan ku bebaskan kau dari cengkraman tangan-tangan waktu yang telah penjarakan mu.kan ku robek-robek dada sang waktu dan kan ku nikmati nafasnya yang tertikam oleh kebebasan.dan kan ku pinang kau setelahnya.berpenghulu kan jibril dan para malaikat sebagai saksinya.di altar langit yang telah menjadi milik kita,kan kita biarkan keturunan ku berlari bebas di cakrawalanya.semua ini semata karna kau lah awal dan akhir ku.


sebelum malam yang kan hapuskan mu,sebelum keangkuhannya sembunyikan cantik mu,dan biru mu terselimuti oleh hitamnya,dengarkan syair ku tentang mu. “ kau yang dulu telah salah memilih taman untuk merekahkan diri,kini bebas dan lukislah hidup mu sendiri.di sini aku kan menikmati kisah mu di langit-langit desember  meski bukan aku penulisnya ”
[ Read More ]
Jumat, 02 Desember 2011

" Biarkan ku mati dalam pengabdian ini "



si kumbang melaju kerikil jalanan terpijak
mentari mengubun-ubun beliau beranjak
bawa kumpulan ingusan ke barisan terdepan
hantarkan kosong untuk terisi,berarti
 

kumis,tas kerja,dan keikhlasan jadi penampilan
jubah ketegasan menuju halaman masa depan
kini,dimana mereka ?
mereka yang kau pelihara dulu
 

yang kau rangkul kami dari jalanan
kau hangat kan dengan pengetahuan
masih perduli kah berapa usia mu sekarang ?
masih  ?


perhatikan kah mereka terengah-engahnya jantung mu sekarang ?
ah,kurasa tidak !

dan kau selalu saja tampak kolotan
dan berkata “ biarkan aku mati dalam pengabdian ini ”
[ Read More ]

SENJA KU SAYANG SEJA IBU KU




dari rahim sang senja aku dilahirkan
dibesarkan oleh malam,dan dikisahkan oleh siang
teringat di pangkuannya yang menenangkan
dan jemari masa lalu membelai ku rindu

mempelai siang mendewasa menuju pelaminan
rambut ikalnya terurai bebas,memang cantik
ia tak pernah lupa bagaimana cara menyanjung ku
mereka anggukkan kepala,jiwa pun kagum

bulan terbahak aku tak jua terbangun
iblis merajam aku tetap merenung
di beranda merah muda aku termangu
tersipu malu aku tak tahu malu
[ Read More ]

DI UJUNG NOVEMBER


di ujung november sang pagi berjalan lunglai
pakaiannya lusuh dan raut mukanya bisu
kenapa ?
ku tanya angin dia tak menjawab lalu berlalu
 

desember menanti gagah diujung tahun
mentari baru setengah tiang mengudara
tak satupun ku lihat nyawa yang menyapa
hanya ada pesan yang mengusang tak terkirim
 

si cantik bermekaran ditaman negeri tetangga
ku sapa wahai engkau sang mata biru
seperti pelangi di ujung langit senja kemarin

kau tinggalkan aku dibawahnya,mempiatu

jasmine merekah diujung wajah mu wahai sang waktu
tak seperti tahun lalu,semua terlalu begitu apa adanya
taman bunga ku pun hanya ditumbuhi ilalang.bukan hawa
jauh di timur negeri ini,kau memilih taman mu sendiri
[ Read More ]
Kamis, 10 November 2011

KLISE





hawa menggoda ajak ku mendua
kaumnya memuja ku layaknya raja
mahakarya Tuhan jadi hiburannya
lukisan malam menjelang siang bersinggasana
bukan tragedi yang ku suguhkan kepada fana

terkisah hati yang mematung tanpa pencipta

pagi ini malaikat mengunjungi ku.
membawa buku yg ku tak tahu apa itu.
nyawa berderap nyaris meninggalkan raga.
dengan hati-hati aku berbisik.
“jangan habisi aku hari ini.
aku masih ingin menyaksikan pria itu menikahinya.
tanpa benci”.
[ Read More ]

pagi yang membebaskan dan senja merayakan





malam ini sang raja sedang bertahta
menggelayutkan satu sayapnya diatas nisan
prajurit menatap iba sembunyikan tawa
dan aku bersenandung rindu disudut penjara
penghakiman dunia membuat ku merenta

tak pernah dimanja,mengapa

sang penjagal membunuh malam
menyisakan tangisan bergentayangan
budak-budak bergelantungan
ratapi kemerdekaan yang telah usang
biarlah esok sang pagi yang membebaskan

dan senja yang merayakan
[ Read More ]
Jumat, 28 Oktober 2011

PAGI DI NEGERI KU




pagi ini negeri ku masih  seperti kemarin.ketika aku menyaksikan kumpulan manusia jalanan itu yang hanya memiliki lantai tak beratap.milik tak bersertifikat.bersiap melarikan diri dan kembali ketika mentari tak lagi mengawasi.


pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika aroma hidung belang itu melekat hebat menyelimuti para “penjaja tubuh” itu.gontai membebani saat pulang mencari rupiah dilorong-lorong neraka.dan bersiap lelap sebelum terjaga di saat yang lain lengah.semoga semua adalah penghuni surga pada akhirnya.

pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika mentari perlahan membelakangi timur,bergerak naik mengunjungi barat,ku lihat salah seorang dari kelompok itu berharap akan sesuatu dari sang lalu.
mencoba menikmati jejak-jejak sisa kemarin.

pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.para mahluk-mahluk koin itu sejak pagi sudah duduk setia di “kantornya”.memelas rupiah dari mereka-mereka yg berdasi itu.setiap hari menghindari rehabilitasi hanya untuk beberapa butir nasi putih

pagi ini negeri ku masih seperti kemarin.ketika gedung-gedung baru semakin mencakar langit,di kumuh itu justru satu-persatu kardus menghilang membuat sesuatu yang tak layak disebut rumah itu semakin kehilangan bentuknya.

bagaimana suasana pagi di negeri kalian ?
[ Read More ]
Sabtu, 22 Oktober 2011

DARI KU,SANG PENYAIR DURJANA SI PENCURI SUARA SURGA


disini di tempat ku berpijak ini
ada sesuatu yang tak bisa di mengerti
ada sesuatu yang mengganggu mengusik ku dalam diri
menduri di dalam hati yang sebelumnya telah tersakiti
ku masih di bangki itu menanti rindu tepati janji
kenakan rapi menyambutnya nanti
semoga ini tak menjemukan sampai hati itu kembali

semua terlihat sama ketika aku mencari yang tak lagi ada
hilang itu semakin menjurang
tersembunyi kabut yang enggan menyamar
aku duduk dian menanti mati
menghabiskan nafas yang semakin bertingkah
di ambang batas surga dan neraka aku percaya
kan ada warna yang membebaskan ku dari sana
dan ku harap itu bukan dua

aku bukan lah sang pencipta bahagia
ataupau si bijak bermahkota dewa
aku hanyalah jiwa tak beraga
pudar tak berwarna
layaknya lentera tanpa cahaya
apa artinya ?
aku hanyalah si pencuri suara surga
yang bermimpi menyatukan indah yang tak sudi bertemu hina
mempertemukan siang yang enggan menyapa malam
cuma itu
[ Read More ]
Sabtu, 08 Oktober 2011

SELAMAT PAGI PELANGI



Kau temukan aku ketika ku tertatih
tertinggal waktu yang semakin berlari
meresapi diri tenggelam tak kunjung menepi
berharap mati sesudah ini
kau temukan aku ketika ku lelah tak berdiri
mati terbunuh sepi di malam ini
kau temukan ku ketika ku di perbudak perih
bermain hati sendiri tak berarti
kau bantu aku tuk segera bersiap diri
meski aku tak ingin melanjutkan lagi
kau nafasi aku dengan nyawa yang tersisa ini
meski yang lain tak lagi disini
merayu ku untuk kembali bernyanyi
meski itu terdengar lirih
kau rangkul aku menghangati
meski aku tak lagi meyakini
dengan berbudi tak berharap berbalas hati
tulus mengilhami diri layaknya bidadari
nyata,membuat semuanya kembali terharmoni
putih . . . .putih . . .dan putih . . .
aku hidup lagi
dan tak lagi mengutuk diri
ku ucapkan selamat pagi untuk mu pelangi
[ Read More ]

MANA KOPIKU PAGI INI ?

mana kopiku pagi ini ?
berganti suasana sepi yg enggan beranjak pergi.
Kau tinggalkan aku sendiri di pagi tak bermentari
tak bernafas disini
Kembalilah sayang setidaknya untuk melihat ku mati
Kafani aku agar aku terlihat layak menghadap ilahi.

    semua ini berawal ketika ku terlalu percaya diri menikahi mu di usia dini.janji sehidup-semati ini terlalu pagi untuk diakhiri.5 tahun yang lalu setelah beberapa tahun setelah pengukuhan gelar kesarjanaan ku,aku terlalu percaya diri menikahimu.terlalu berpikir mampu mengimami mu.tanpa ada persiapan ekonomi yang mengikuti.tanpa ada persediaan pundi2 rupiah yang dikantongi.bermodal cinta terlalu bodoh untuk mengawali.dengan keyakinan 4tahun mempertahankan status,berharap naik ke level berikutnya tanpa persiapan ritualisasi.bodoh.
   semua berjalan sangat manis di pagi itu,di pagi pertama aku mengawali pagi dengan kau disisi.setelah hari sebelumnya kita menjadi raja dan ratu sehari di pelaminan.haru tak terkira.rasa kesetiaan ku sangat tinggi saat itu,ingin rasanya aku melumpuhkan naluri lelaki ku untuk menyukai lawan jenis saat itu agar ku selalu setia sampai mati.pagi itu kau membawakan ku kopi yang menyadarkan letihku.sungguh kopi yang beraroma surga.aku suka itu.
"mas,ini kopinya"
kau menawarkan ku dengan manisnya.
aku tertawa geli dan belum memiliki pengalaman khusus dalam memerankan seorang suami,aku tertawa geli dan membalas manja.

"tiupin,panas"
aku sampai terpingkal-pingkal sendiri.
   benar-benar hangat kenyataan 3bulan pertama kita.semua masih bersuasana dongeng yang terasa mimpi.apalagi moment terindahnya ketika hari ulang tahun ku yang ke 26.saat itu aku baru pulang dari toko untuk membeli rokok.
dan ketika ku baru masuk menginjak rumah kontrakan kita,kau langsung mengecup bibirku dan berkata
"ayah,selamat ulang tahun ya.ada kado dari Allah khusus untukmu".
aku bingung tak berkomentar.
Ayah ?
kado ??,kado apa ?
pekerjaan ?? jika benar,aku sungguh sangat bersyukur.sampai ini ku masih tetap setia dengan menulis dan menulis.
tak terlalu menjanjikan untuk menjaga kelangsungan hidup keluarga kecil ini.
    " ayah ??,tumben kamu manggil aku ayah yang ?? "
    " kado apa,dari Allah ?"
    " lamaran pekerjaan ku di terima ?"
aku tak henti menyerang istriku dengan semua pertanyaan penuh harap.
      “ bawel ah,liat aja tuh di meja tulis mu”
Aku berjalan berat dengan semua tanda Tanya menuju tempatku menghabiskan waktu untuk menulis.
     “ mana sayang,mana undangan kerjanya ?”
Tanya ku makin penasaran.
     “ckckckckckc . . . .  kamu ini taunya usaha aja,udah berhasil gak tau hasilnya apa ?”
Istri ku menjawab sedikit kesal karna ulah ku yang mendadak bodoh.
     “ ini,hasil 2 bulan kamu lembur”
Jawabnya kesal.
Ha,aku lembur ??
Aku lembur selama ini kan Cuma buat nulis.itu pun belum aku selesaikan.kok sudah ada hasilnya ?
Terus kenapa hasilnya dalam bentuk sebuah alat tes kehamilan ?
Aku makin bingung dengan sesuatu yang  dianggapnya sebagai kado dari TUHAN itu.
“mana kado dari TUHAN nya sayang ?”
Tanya ku memastikan.
“ kamu ini idiot,atau apa sih ?”
“aku hamil tau,dan yang dalam perut ku ini adalah kado khusus dari TUHAN untukmu !!”
 Apa ?? aku benar-benar bingung menentukan sikap.semua ini lebih dari apapun yang aku harapkan.
“Aku akan jadi ayah !!”
“Dunia,dengarkan aku.aku akan jadi seorang ayah.ayah albian !!”
Aku berlari tak karuan.seperti seorang kecil yang girang setelah  memperoleh sesuatu yang sangat di inginkannya.aku terus berlari bahkan sampai mengelilingi kotak kontrakan  yang sudah kami tempati 3 bulan setelah menikah.bentuk komitmen kami  untuk mandiri terhadap hubungan ini.
“ mas bian,udah ah.malu tau ntar diliatin tetangga”
“ingat,kita ini mengontrak bukan rumah sendiri’
Istriku berusaha menyadarkan ku.
Hahahahahaha
Aku tak menghiraukannya.aku peluk dan ku gendong wanita ku itu dan berteriak.
“terima kasih untuk mu kado mu TUHAN !!”
Aku tak henti-hentinya bersujud syukur.
     Waktu berjalan bersemangat sampai tak ku sadari istriku sudah mengandung calon peri kecil ku itu 8bulan.itu hasil dari USG yang kami lakukan beberapa minggu lalu.tinggal 1 bulan lagi aku akan jadi ayah.pukul 13.00wib 12 JULI 2016 istri ku mengalami kontraksi hebat.dan aku sesegera mungkin mengatarkannya ke rumah sakit terdekat di kota kami.dan istri ku sesegera mungkin di bawa keruang persalinan.dan aku segera menghubungi seluruh keluarga untuk menyambut lahirnya seorang titipan TUHAN itu.agar dia kelak tak merasa kesepian di saat pertamanya membuka mata melihat dunia.sudah 2 jam lebih istri ku di dalam sana berjuang memerdekakan keinginan hidup anak kami.ketika dentang jam berbunyi 3 kali,menandakan saat itu waktu sudah menunjukan pukul 15.00wib,seorang dokter keluar dengan wajah yang tak bias di terka.
 “mana suami dari ibu gisela ?”
dan dia mengagetkan semua dengan bertanya
“saya dok,saya,bagaimana kabar istri saya ??”
“ Bagai mana dok,istri dan anak saya selamat kan ?”
Dengan sedikit menangis Aku menggoyangkan-goyangkan tubuh dokter itu agar dia cepat menjawab.
“anak anda perempuan pak.tapi maaf pak bian,kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya.kami memilih menyelamatkan isti anda.karna anak anda tetap berpeluang hidup walaupun sampai saat ini masih belum menunjukan tanda-tanda kehidupan.kita sama-sama mengushakan dan mendoakannya ya pak”
    Aku terjatuh lemas mendengarnya.aku sudah mempersiapkan semua penyambutan untuk peri kecil ku itu.semua cita-cita ku yang aku ingin dia yang mewujudkannya.aku nyaris gila untuk menerima kenyataan itu !!.
   Pukul 17.00wib ketika aku menghampiri tubuh mungil jagoan ku itu dan bersiap memandikannya dan mengadzaninya.ketika ku basuh lembut kepalanya,mendadak malaikat kecil itu menangis lantang hingga terdengar  hampir keseluruh rumah sakit.
dia hidup !!
Dia bernyawa !!

“dokter,dokter anak ku hidup !!”
aku berteriak memeluk dokter.
“selamat ya pak albian,dan ibu Gisela.anak anda cantik seperti ibunya ”
Dokter memberikan kami selamat untuk kelahiran putri kami.
     Dokter benar,anak itu terlihat bercahaya setelah senja bergelayutan di ujung barat.itu mengapa kami menamakan anak itu cantika Sheila  jingga.nama yang cantik untuk dia yang cantik.aku menangis menerima itu semua.terima kasih TUHAN.
 

TUHAN,kau turunkan malaikat mu ketika senja
ketika jingga enggan pulang kembali ke nirwana
mentari pun tak rela meninggalkan dunia karenanya
tak menangis mengawali dunia
membuat semua bersiap dalam duka
kau jawaban dari semua tanya
hal terindah khusus dariNYA
cantik bercahaya mengalihkan surga
dan aku,akan segera dipanggil ayah
TUHAN,ku pasrahkan hati dalam sujud tak terkira
ku hambakan diri menjaga semua indah
menuntunnya untuk kembali ke surga
bukan penyiaan penyesatan menuju neraka
ku rasa sekarang surga sedang berduka
berberat hati merelakan bidadari terindahnya
jingga,cepat besar ya nak
agar ayah bisa melihat kau merekah merayu dunia
bersama ibu mu kau membuat ayah sempurna
kalian menjadi alasan ku pertahankan nyawa


   Tulisan itu ku tulisakan sebagai wujud syukur atas kelahiran cantik ku kedunia.hari dimana turunnya seorang mahluk surga ku de dunia.terima kasih TUHAN.saat itu bahagia ku mengalahkan segalanya.bahkan soal pembiayaan persalinan istri dan wanita baru ku itu nyaris ku lupakan.aku tau semua itu tak cukup hanya dengan ucapan terimakasih.beruntung aku sudah bersiap-siap untuk hari ini.tapi itu hanya berarti penundaan untuk memilik rumah sendiri.maaf sayang,ayah hanya bisa menyambut mu dengan kotak persegi ini.bukan istana bertahta emas.ayah harap kamu akan terbiasa.untuk kamu istri ku,ku harap kita masih memilik cukup banyak bahagia yang terisisa.AMIN.
  waktu berjalan tanpa letih,jingga tumbuh menjadi seorang balita cantik menggemaskan.yang menjadi alasan ku untuk mempertahankan nyawa untuk esok,esok dan seterusnya sampai ku mati dalam kebahagiaanya.
"ayah . . .ayah  . . ."
dia terlihat bersemangat setiap kali aku pulang berburu mencari pekerjaan.
" cantik,udah mandi ?"
aku mencium wanita ku itu.
"udah dong,jingga cantik kan"
dia bertanya polos.
"cantik dong,anak siapa dulu"
aku menciumnya sembari menggendongnya.
    malam itu aku mengajak istriku duduk-duduk santai di luar rumah.hanya itu hiburan yang bisa aku sajikan untuknya.sudah lama aku tak membahagiakan wanita yang aku nikahi itu.pesonanya pun nyaris memudar di balik pakaian lusuh yang aku belum memiliki cukup uang untuk menggantikannya dengan yang baru.
"mas,sepertinya aku juga harus kerja.aku tak bisa terus berharap dari tulisan dan usahamu mencari pekerjaan yang layak"
dia membuka obrolan.
"kenapa sayang,aku masih cukup mampu kok untuk terus berusaha membahagiakan kamu dan gigi"
aku menjawab penuh penasaran.
"mas,aku tak bisa terus-terusan melihat gigi menangis setiap kali melihat temannya bermain dengan bonekanya masing-masing"
   aku melupakan itu.aku belum juga membelikan boneka yang kujanjikan untuk anak itu.maafkan ayah ya nak.ayah tak memiki cukup rupiah untuk mengabulkannya.
"pokoknya aku akan kerja,aku juga bertanggung jawab terhadap keluarga ini"
dia berlalu meninggalkan aku dan lukisan malam itu.
   paginya,aku bersiap memulai perburuan ku berburu rupiah melalui harapan penerimaan jasaku.semoga hari ini ada direktur yang bijak yang mempercayai keahlian pria seperti ku untuk bekerja dikantornya.semoga saja.
"bu mana kopi ku ?"
sudah lama aku tak merasakan kehangatannya seperti waktu kami baru menikah.
"kopi apa ?,kamu lihat tuh gula dan kopinya sudah habis !"
jawabnya dengan nada sedikit ketus.
aku tak menganggap itu adalah akibat dari obrolan tadi malam.
    hari ini aku agak sedikit beruntung.salah satu cerpen ku di terima salah satu koran untuk turut di tampilkan.
alhamdulillah,aku masih bisa menjaga dapur ku tetap mengepulkan asapnya.terimakasih TUHAN.
aku pulang dengan langkah sedikit ringan karna berhasil mengantongi sedikit rupiah.aku juga menyisakan sedikit untuk membelikan sebuah boneka untuk malaikat kecil ku itu.dia pasti akan senang banget.ketika ku pulang aku mencari-cari mereka.
"sayang . . .sayang  . . .lihat ayah bawa apa ?"
tak juga ku temui bocah itu di setiap sudut kontrakan ini.
aku hanya menemukan sebuah surat bertuliskan :

untuk mas albian

"mas,aku dan jinggai tidur dirumah mama.tadi pagi jingga sakit.panasnya tinggi banget.aku bingung mau kemana lagi.
kamu juga belum pulang.jadi aku putuskan untuk pulang kerumah mama.aku takut jingga kenapa-napa.maaf aku tak bilang apa-apa sebelumnya.aku juga baru menyadarinya ketika kamu udah pergi.aku meninggalkan makanan untuk mu di meja makan.aku akan pulang ketika jingga sudah sehat"

dari istrimu,gisela.


   aku terduduk lesu di kursi rotan milik kami.kenapa harus begini TUHAN.kenapa masalah makin runyam ketika aku pulang membawa sedikit pencerahan lewat rupiah meskipun tak seberapa.aku pasti akn terlihat tak bertanggung jawab terhadap anak istri ku.aku pasrahkan semuanya pada mu TUHANkau pemilik hidup ku.aku lupakan sejenak beban pikiran itu berjalan untuk melihat apa yang ditinggalkan istri ku untuk ku.ku buka tudung saji itu.dan seperti biasa.hanya ada tempe dan tahu goreng sperti biasanya.harusnya kita makan cukup enak hari ini sayang.tapi kau justru tak ada dirumah.
   siang itu aku lagi sendiri dirumah ketika seorang tukang post mengantarkan sesuatu ke alamat ku."betul ini rumah bu gisela ?"tukang pos memastikan.
"betul,ada kiriman apa ya ?"
aku bertanya.
"ini pak,ada kiriman untuk ibu gisela ?,silahkan ditandatangani tanda terimanya"
setelah menandatanganinya dan mengucapkan terimakasih,tukang post itu berlalu untuk menunaikany tugasnya yang lain.aku bertanya-tanya tentang isi dari amplop itu.siapa yang mengiriminya ??.kenapa gigi tak pernah cerita ?
aku sedikit terkejut ternyata itu adalah surat pernyataan penerimaan kerja untuk gisela,istri ku.
kapan dia melamar pekerjaan ?
dia tak bilanga apa-apa setelah mengutarakan keinginannya bekerja setelah malam ini.
aku merasa di langkahi sebagai suami.mengapa dia tak berniat untuk menghargai ku ?
   minggu pagi pukul 8.30 wib,ketika aku lagi asyik menulis cerpen baru,gigi pulang dengan jingga diantarkan orang tua mertua ku.ku ku tunda untuk membahas rasa penasaran ku.aku sambut mereka dengan menyalaminya.tapi tak berbalas cukup sama.
"bian,kamu masih juga belum dapat kerja ya.kamu itu seorang suami kasihan anak istri mu"
pernyataan mama mertua ku itu menjatuhkan ku.
" iya ma,aku juga lagi usaha kok"
aku mencoba membela diri walaupun kenyataanya aku meman kalah.
"kamu harus cepat mencari kerja.kamu pikir bisa membahagiakan mereka hanya dengan menulis ?.
ini mengapa mama dulu kurang setuju kalian menikah di usia muda"
aku semakin tersudut dengan pernyataan itu.aku tak ingin terlihat lemah lebih dari ini.
   malamnya aku mengajak istriku bicara setelah jingga terlelap bersama boneka beruangnya yang ku belikan untuknya kemarin.aku ingin mempertanyakan soal keinginan istriku itu untuk bekerja.aku merasa kurang setuju bukan karna aku bukan pria yang tak menghargai emansipasi wanita.tapi aku tak ingin jingga perkembangan jingga yang menjadi korban.
" sayang,kamu serius mau bekerja.gak dipikirkan lagi ??"
aku mencoba mempengaruhi keputusannya.
" mas,aku kan udah kasih alasan mengapa aku mau bekerja.aku mau kehidupan kita lebih baik lagi"
dia memiliki alasan yang bisa ku terima.tapi tetap saja aku memilik perasaan yang tak baik dan menkhwatirkan jingga yang akan dikorbankan.sekarang saja jingga sering kehilangan perhatian ku sebagai ayahnya.bagaimana jika ibunya juga disibukan hal-hal di luar rumah ? tapi setelah dia mencoba  meyakinkan ku, pada akhirnya aku mengiyakannya sebagai bentuk menjaga hubungan suami-istri ini.ku harap dia bisa mempertanggung jawabkannya.
   benar saja,setelah beberapa bulan bekerja,keuangan keluarga kami membaik.pagi itu setelah sholat subuh aku meminta dibuatin kopi yang sudah lama tak membasahi dahaga ini.bukannya kopi yang ku dapati,
gigi hanya menjawab
"maaf mas,aku ada meeting dengan bos pagi ini.kamu buat sendiri aja ya"
dan tergesa-gesa berlalu.
ini yang ku takutkan setelah meluluskan keinginannya bekerja.
dia tak lagi berwajah lama di setiap pagi ku membuka mata dan berubah menjadi manusia yang tak takut dosa.
pergi sangat pagi dan pulang larut malam.dan aku hanya berbohong ketika anaknya menanyakan keberadaanya padaku.
" ibu lagi bekerja sayang,sabar ya "
dan seperti memiliki satu pikiran yang sama dengan ku.
"tapi kok sampai malam ya yah ?"
kasihan malaikat ku.
   sabtu malam ketika jam tangan kul menunjukan pukul 23.45 wib,sebuah mobil sedan hitam bertamu di depan rumah ku.
dan ku lihat istri ku menuruninya.tak terlalu jelas siapa yang mengantarnya.yang jelas,dia pria.
"gak mampir mas ?"
tanya istriku pada pria itu.
    ntah hanya basa-basi atau memang penuh harapan aku tak tahu.yang jelas ini bukan waktu yang pantas untuk seorang wanita masih diluar rumah.apalagi dia adalah istri ku.ntahlah aku bingung menentukan sikap.aku bingung menerimanya.setelah dia memilih untuk bekerja masalah tak pernah absen ikut ambil bagian dalam keluarga ini.
puncaknya ketika malam berikutnya dia pulang dalam keadaan mabuk dan keadaan kusut.
"kamu dari mana bu,kamu mabuk ?"
tanya ku dengan tegas.
"udah ah mas,aku capek.besok aja kalo mau ngobrol "
dia benar-benar berubah setelah mengenal dunia.
    yang jelas sejak rumah ini diramaikan dengan permasalahan suami - istri,jingga tak lagi terlihat bercahaya.
benar dugaan ku.ini semua hanya lah wajah awal dari permasalahan yang lebih buruk.dan yang jadi korbannya justru jingga yang tak tahu apa-apa.tangisannya terdengar lirih setiap kali kami harus bertengkar.maafkan ayah mu nak.
    rabu sore ketika ku pulang dari usaha ku yang msih sama dengan hari kemarin.minggu lalu dan bulan lalu,yaitu mencari kerja,aku tak mendapati 2 orang wanita ku itu dirumah.lagi dan lagi aku hanya mendapati sebuah surat bertuliskan dari gigi,istri ku.

untuk mas bian

"mas,aku rasa kita sudah tak bisa meneruskan hubungan ini.aku tak bisa terus hidup dengan kemiskinan mu.setelah beberapa bulan aku bekerja,kamu masih saja setia dengan tulisan-tulisan tak menjanjikan mu.kolotan.jingga ku bawa mas,biar aku yang bertanggung jawab membesarkannya.maaf kan aku mas"

dari istri mu,gisela dwi jingga.


aku tak bisa berkata apa-apa.aku hanya tertawa karna tak bisa menentukan sikap lagi.aku tak bisa mencegahnya juga.
tak ada gunanya aku mengutuk diri jika jingga tak disini.aku merasa tak ada lagi alasan aku pertahankan nyawa.ku harap dia kembali kesurga sebagai bidadari.kasihan kamu nak,keputusan mu meninggalkan surga tak terlalu tepat.
  "jingga. . . .jingga"
aku memanggil-manggil anak itu.aku lupa kalau pagi ini hari pertama ku bangun tanpa jingga disaat pagi membuka mata,aku nyaris gila.aku  harus terbiasa.
pagi berikutnya,aku memanggil-manggil istri ku.
" gigi,gigi . . .sayang mana kopi ku ?"
lagi -lagi aku dalam tahap kritis gila.aku masih dalam tahap meneriman kenyataan kalau kopi terkhir ku adalah kopi 2bulan yang lalu.

   sekarang aku memahami penolakan orang tua kami ketika menikah di usia dini tanpa ada persiapan ekonomi yang mumpuni.aku berpikir terlalu pagi untuk bisa mengalahkan malam.
sekarang aku hanya bisa meratapi ini sambil menunggu mati.

ku tulis semua ini sebagai cerita untuk mu anak ku jingga,dibantu oleh teman ayah yang menuliskannya.
ayah tak cukup mampu untuk menuliskannya
setelah kecelakaan itu,saat ayah masih mampu mencari mu.
kedua tangan ini harus di amputasi untuk menunda mati.
ayah harap kamu sekarang sudah cukup dewasa untuk tak mengulangi kegagalan ayah nak.
ayah sayang kamu dan ibumu.
ada puisi terakhir untukmu nak,ayah harap kamu suka.
puisi yang akan mengantarkan mu menemui ayah setidaknya untuk mengafani ayah.

Jika kau temukan aku tak lagi berdiri
jika kau temukan aku yang terlalu sombong tak mengerti
bukan karna aku tak ingin kau kembali
tapi karna ku sudah tak lagi menginjak bumi
diam ku bukan berarti ku tak menanti
tenang ku bukan berati ku tak disini
gagal ini jangan kau ulangi
tak usah terlalu percaya diri
untuk hal yang masih tak pasti
di sini,ayah kan mengawasi
memastikan kau tak tersakiti.
kau pasti sudah semakin cantik
layaknya senja saat kau pertama di dunia ini
nak,jaga selalu ibumu.
dia adalah ibu yang baik
rangkul dan hangati dia ketika dia senja
jangan kau tinggalkan dia ketika  tak kuasa
aku nanti kalian di ambang pintu surga dan neraka.


[ Read More ]
Kamis, 22 September 2011

LAWAN ATAU PAHLAWAN ?

bertopeng mulia mengamankan posisi
menjaga eksistensi dengan mempertontonkan semua hal sok aksi
perjuangan hanya jadi ajang pembuktian keberadaan
penuntutan status kepahlawanan yang arogan
penghalalan anarkis demi pengakuan
kalian pikir kalian sangat berperan ?!
memang untuk siapa perang ini kalian menangkan ?
kemenangan apa yang kalian harapkan ?
bersenjatakan orasi menuntut bukti
mengais janji-janji yang tak terealisasi
ku hargai perjuangan kemanusiaan kalian
tapi bukan penampilan tak beraturan yang ku nantikan
pertunjukan damai yang berakhir tak berperikemanusiaan
penjelmaan dari pertarungan adu kepentingan
apa bedanya kalian ?
yang mana yang lawan,yang mana pahlawan ?
semakin sulit di bedakan
biarkan TUHAN yang menentukan
[ Read More ]
Selasa, 20 September 2011

SYAIR UNTUK TUKIYEM

kamu siapa ?
mana dia yang aku kenal ??
setelah kau memaksa untuk mengenal dunia,
kau kembali tanpa wajah lama
kau bertranformasi menjadi manusia yang tak takut dosa
apa dunia yang merekontruksi mu ?!
ini yang kau harapkan ?
mengejar zaman,tapi ideologi yang kau korbankan
maaf aku tak bisa mencegahnya
meki aku sudah melarang mu mengenalnya
tapi kau tetap berlalu dengan semua mimpi yang kau harap jadi nyata
sayang,dunia ini terlalu liar untuk kau jinaki
terlalu sakti untuk kau gurui
tapi ku hargai kau yang bernyali
kini kau tau mengapa aku selalu memasung mu,memisahkan mu dengan dunia
dunia ini buas,lengkap dengan penghakiman tak terbatas
mana santun mu yang dulu,berubah jad tingkah tak tahu malu
mana bijak mu yang kau banggakan dulu
kau ganti dengan jejak-jejak setan tak beradat
sekarang ku hanya bisa mengenang mu dengan tampilan baru
bukan katiyem yang ku kenal dulu
[ Read More ]
Rabu, 14 September 2011

nyaris menyelingkuhi TUHAN

ntah mengapa,aku yang selalu mengatur agar pertemuan kita yang terlihat tak sengaja agar terkesan jodoh,tak merasakan apa-apa ketika itu terjadi siang ini.
aku tak merasakan lagi hasrat menggebu
naluri tak lagi menunggangiku
cukup sudah setan mengkoloni ku
ku dipaksa oleh keadaan untuk menjadi manusia baru
yang lebih bisa mengerti arti hidup
tenang ku bukan berarti ku tak mencuri melototi kamu
yang dulu sempat membuatku mencintaimu terlalu hebat hingga nyaris menyelingkuhi TUHAN
ini kan misi mu ?!
membebaskan ku dari ideologi sesat yang menjerat
kini ku sudah merdeka
tak lagi terjajah perasaan pembunuh itu
aku sudah rujuk dengan TUHAN
tak lagi berniat menduakanNYA . . . . . .
[ Read More ]
Jumat, 09 September 2011

BERSIAP UNTUK MATI

oleh Sigit Prammono pada 10 Sepetember 2011 jam10.52

aku perlu istirahat sejenak sebelum bersiap untuk mati
sebelum aku tak bisa lagi merasakan perih
bergetar hebat tubuh  ku ini
setelah pertempuran tanpa misi
setelah ku lihat isroil menyapa dengan manisnya
dan iblis tertawa menari dengan riangnya
berontak tak berarti
tak bergerak ku di dalam putih
lantunan ayatNYA mengantarkan ku 
menuju liang tak berpintu
kanan atau kiri ??
bahagia atau kah siksa ??
ntah dimana aku nantinya
setidaknya aku terbebas dari intimidasi mu dunia
pertunjukan drama mu yg sangat memuakkan !!
sudah lama aku ingin membebaskan diri
dari penjajahan mu yang membuat ku lebih memilih untuk mati
dan itu jauh lebih bijak,paling tidak untuk aku pribadi !!
[ Read More ]

untuk kalian hamba-hamba kesetiaan

maaf jika aku berpadangan seperti ini
pandangan ku untuk kalian budak-budak kesetiaan
penghambaan diri yang sungguh sangat berani
ku turunkan topi dan penghormatan tertinggi untuk kalian
bahkan untuk ku sebagai salah satu mantan  dari kalian
jujur,keterpurukan dimasa lalu itu
membuat ku harus menarik nafas untuk mengulanginya
aku belum siap untuk kembali mati,
hidup setelah itu pun harus perlu waktu untuk berdiri,
apa lagi berlari !!
ku belum siap untuk menyatakan diri sebagai manusia setia !!
tapi aku cukup ungkapkan dengan tindakan kalo aku bisa dipercaya
ketika diri ku atas nama kan setia,
hanya sakit konsekuensinya
pantas ??
setelah ku laksanakan semuanya
setelah aku hambakan diri sepenuhnya hanya untuk bahagia
tapi apa ??
apa yang tercipta ??
mungkin aku belum layak menerimanya,
sebagai penghibur diri,anggap saja ada kelayakan yg lebih indah untuk ku.
untuk kalian para wanita yg sangat menuntutnya,
ku akui aku bukan pria setia,tapi aku PRIA YANG BISA DIPERCAYA !!
dan aku terima kalo kalian menganggap ku gila !!
[ Read More ]
 
 

Labels